Tampilkan postingan dengan label opini. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label opini. Tampilkan semua postingan

Selasa, 14 Februari 2017

Mari Menjaga Keamanan Website

Tulisan ini sebenernya suatu kekesalan saya pribadi terhadap banyaknya developer web yang tidak mengindahkan pentingnya sebuah pengamanan  website.

Setelah beberapa pekan terakhir saya berseluncur khususnya di website-website Indonesia banyak sekali yang saya temukan. Dan akan sedikit saya share disini mengenai yang saya temukan disini, tapi sekali lagi sebelum saya share disini, jauh-jauh hari saya sudah mengingatkan webmasternya atau administratornya dengan contoh melalui email, log, dll.

Apa saja yang saya temukan:


  1. Menampilkan/Mengupload File yang menurut saya tidak semestinya di upload atau Fatal. Silahkan Klasifikan sendiri :p.
    Mau itu terpublish atau tidak. Contoh kasus kita mengupload file .sql(berisi dump database). Pertanyaan selanjutnya apakah file tersebut bisa diselancar dan dicari? Jawabannya kemungkinan bisa! Karena beberapa features mesin pencari google bisa kita gunakan untuk ini. Sekali lagi, mau itu penting, tidak penting, rahasia, atau apapun tolong jangan sekali-kali asal upload ke server yang akhirnya menjadi boomerang untuk web/server tersebut.

    Kita contohkan saja

    Google Dork:
    Inurl:go.id Filetype:sql Intext:INSERT
    Silakan dicoba! Atau kita rubah menjadi Inurl:.id 
  2. Memakai plugin yang memiliki vuln.
    Saya sarankan developer sebelum memasang plugin dalam sebuah website untuk mencari tahu dahulu apa ada atau tidak bugs dalam plugin tersebut. Dan saya sangat sarankan lagi untuk membaca dan memahami kembali coding dalam plugin tersebut, karena biasanya ini bisa menyasar kemana-mana. Atau bisa dibilang efeknya dominos dan berkaitan dengan lainnya.
  3. SQL Injection.
    Ini pun sama, biasanya banyak developer tidak mengindahkan dan memahami apa itu SQL injection. Biasanya dalam feature shared hosting sudah mulai ditutupi dengan plugin plugin untuk menutupi ini. Tapi sekali lagi saya harapkan developer pun menjaga agar code yang dibuatnya tidak memiliki potensi untuk dimasukan sesuatu yang akhirnya menjadi fatal.
    Biasanya bagi mereka yang masih belum memahami ini akhirnya database bisa tercuri dan fatalnya lagi efek ini berkelanjutan. Dalam beberapa kasus seorang yang telah melewati SQL Injection bisa memasuki page administrator dan memasang backdoor. Apa itu shell, atau bahkan bisa sampai root(user tertinggi) dan akhirnya saya tidak perlu memberi tahu lagi apa efeknya.
    Contoh paling yang sangat fatal adalah saya berhasil melihat isian database dari website sumselprov.go.id
    Tapi sekali lagi saya tidak melakukan apa-apa, saya hanya meneliti saja di dalamnya. Dan sudah saya ingatkan melalui beberapa kali email, jawabannya: tidak ada balasan :))
  4. Unrestricted File Upload
    Di beberapa kasus juga biasanya para developer tidak mengindahkan dan memahami code yang dibuatnya. Akhirnya, sekali lagi siapapun bisa mengupload backdoor kedalam server tersebut. Dan efeknya? Silahkan dicoba sendiri :D saya sudah jelaskan diatas.
Sekali lagi sebetulnya masih banyak, tapi hanya itu dulu yang saya sampaikan. Harapan dan saran untuk kita semua untuk menjaga keamanan website sederhanan sekali. Aktif dalam forum, update, baca, dan jangan makan gaji buta:))
Aktif dalam artian memiliki keinginan untuk terus memperbaharui apabila setelah di analisis/dilaporkan memiliki banyak kekurangan dan celah keamanan.
Beberapa kasus disini sekali lagi hanya sebagian besar, dan masih banyak yang belum saya ketahui dari berbagai aspek lainnya. Mungkin nanti dapat ditambahkan oleh teman-teman yang lain.

Jadi kesimpulannya adalah : Mari Menjaga Keamanan Website :)

Sedikit quotes untuk para web developer untuk lebih semangat dan bekreasi:

Most good programmers do programming not cause they expect to get paid/get adulation by the public, but cause it is fun to program. ~Linus Torvalds

Akhir kata, SALAM BERSAMA!! Hehehe



Selasa, 10 Maret 2015

Tren Underground Cyber Indonesia Berkurang?

Source: http://www.beritateknologi.com/wp-content/uploads/2013/11/hacker.jpg?8c7d5a
Kali ini sebenernya bukan tulisan yang serius-serius banget, dan dari dulu pun perasaan emang begini adanya. Judul diatas mungkin pertanyaan pribadi yang harusnya sih tak dijawab oleh diri sendiri. Toh jadinya nanti hanya sebuah luapan perasaan. Tapi tak apa, semoga senior-senior ataupun suhu-suhu bisa kembali meramaikan dunia Cyber di Indonesia.

Di jaman sekarang ini, apalagi perkembangan teknologi informasi semakin pesat tetapi sebaliknya forum-forum lokal kita semakin memudar. Apa sih pentingnya forum-forum ini? Mungkin dari teman-teman sendiri bisa mengetahui seberapa pentingnya sebuah forum. Sebuah bahan dijadikan topik pembicaraan dan dikaji dengan teman-teman. So simple, tapi entah kenapa yang kebetulan saya kadang membuka sebuah forum sebutlah dia '0x0' rasa-rasanya tak kunjung ada thread yang hangat. Padahal biasanya ini adalah awal dari sebuah informasi tadi bisa disebarkan, dikomentari ataupun ditanggapi, atau kita koreksi atau apapun itulah bentuknya.

Mungkin orang-orang sudah mulai bosan, sudah mulai merasa cerdas, atau mungkin sudah merasa punya kesibukan yang prioritasnya mungkin sulit terbagi lagi. Banyak hal, tapi pasti ada yang namanya regenerasi. Kenapa regenerasi itu penting? Oke anggaplah kita adalah sebuah generasi muda bangsa maka penting bagi sebuah generasi untuk memberikan arahan atau bimbingan terhadap generasi penerusnya. Mungkin ini juga pandangan pribadi saya, pada masa-masanya kala kemarin-kemarin para generasi sebelumnya 'mungkin' kurang membimbing generasi selanjutnya. Alasannya biasanya simple "dont learn to hack, hack to learn". Yup benar sekali. Dan ini tak pernah salah ;)

Seleksi Alam? Harusnya bukan seperti ini, mengapa? Pasti ada alasan-alasan tertentu agar sejarahnya tak pernah pudar. Pasti ada alasan-alasan tertenu agar adat-budaya-etika-moral-dan selanjutnya untuk tak pernah pudar. Bukan berarti seleksi alam membiarkan semuanya kembali kepada diri-mereka-mereka. Jadi seleksi alam menurut pandangan secara pribadi 'harusnya' bukan alasan yang tepat untuk menjawab pertanyaan ini.

Fasilitas atau Logistik? Untuk yang satu ini rasa-rasanya kembali lagi ke sebuah kelompok itu sendiri, apakah mereka krisis ide atau kreatifitasnya. Karena fasilitas dan logistik bisa terkecukupi dengan sumber daya yang ada, hanya tinggal cara dan mekanisme serta sistem yang jelas. Jadi fasilitas serta logistik sekali lagi bukan alasan yang tepat menurut pandangan pribadi saya,

Oh ya, sekali lagi ini adalah pandangan secara pribadi dan tak ada niatan untuk menjelek-jelakan kelompok/dunia underground di Indonesia.
Mungkin sekian dulu, semoga pandangan ini bisa dibaca oleh rekan-rekan yang lain. Semoga kita bisa bertukar pikiran, mencari solusi dari atas dasar judul di atas.

Regards.